Persepsi

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Sejak saya kembali dari Papua, Ibu maupun keluarga semakin tidak khawatir ketika saya bolak-balik dari Jawa ke pulau-pulau lainnya.

Ceritanya, Ibu over-curious, bagaimana sih kehidupan saya sewaktu di Papua? Aman? Makanannya apa saja? Orang-orangnya baik-baik ndak?

Rasa kepo Ibu tak lain karena saudara-saudara saya yang ada di Papua selama ini kadang-kadang dipersepsikan oleh beberapa pihak secara kurang lengkap.

Padahal, ketika saya berinteraksi dengan anak-anak Papua yang ada hanya keceriaan. Saat saya memancing dengan Bapa Tua atau dengar cerita mop dari Pace saya sangat merasakan kehangatan.

Apalagi saat menyantap ikan colo-colo buatan Mace, siyooo… sa su tra tau sa ini jawa kah, papua kah, bugis kah, yang sa tau ikan itu enak. Andalan!

Untuk lebih meyakinkan, saya kirim foto/upload tulisan tentang keasikan saya di Papua. Ya pelan-pelan, orang-orang dekat saya tahu, bahwa masyarakat Papua yang hidup bersama saya itu berbeda dengan apa yang mereka persepsikan.

Jadi, cukupkan menduga dan memprovokasi hal-hal yang belum pasti. Segera cari sumber informasi, lalu konfirmasi apa yang sesungguhnya terjadi.

Seyogyanya kita berusaha menciptakan persepsi yang presisi.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

You may also like

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Tour De Bintan 2018

Leave a comment