Pandansari; Dusun Pesisir Penjaga Bumi

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Banyak kasus yang menunjukkan bahwa hubungan manusia dan alam sebagai sesama penghuni bumi seringkali berjalan tidak harmonis. Dengan beragam kebutuhan dalam hidupnya, tak jarang manusia mendesak bahkan merusak keseimbangan ekosistem alam di sekitarnya. Padahal ketika manusia merusak alam, dampak kerusakan ekosistem akan mengancam kelangsungan hidup manusia.

Pada prakteknya, menjaga keseimbangan hubungan dengan alam tidaklah mudah. Manusia seolah dipaksa untuk mengalah, meskipun alam lah yang selama ini seakan dengan rendah hati memberi beberapa toleransi dalam memaklumi tingkah manusia yang serakah.

Beragam program baik yang dilakukan oleh pemerintah atau lembaga swadaya pun diinisiasi untuk menyelamatkan kondisi alam yang sudah terlanjur mengalami kerusakan. Bermacam kampanye untuk pelestarian atau penyelamatan disuarakan, melalui berbagai pertemuan maupun dideklarasikan di sudut-sudut jalan.

Contoh nyata usaha penyelamatan kondisi alam saya temui di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Di daerah yang terkenal sebagai penghasil bawang merah dan telor asin ini, usaha pelestarian telah dilakukan bukan hanya untuk melestarikan alamnya semata, melainkan juga untuk mempertahankan kelangsungan hidup manusia yang menghuninya.

Beberapa waktu yang lalu, saat saya menyambangi Dusun Pandansari, Desa Kaliwlingi, saya melihat sendiri bagaimana hasil pelestarian bakau dilakukan. Pandansari merupakan salah satu dusun paling utara di Kabupaten Brebes, yang langsung berbatasan dengan Laut Jawa. Lokasinya yang berada di pesisir, membuat masyarakat Pandansari harus berhadapan dengan abrasi yang secara nyata mengancam dusun mereka.

Menurut beberapa tokoh masyarakat, dulunya di sebelah utara Pandansari dibuat berhektar-hektar tambak. Tambak inilah yang selama ini menjadi ladang penghidupan masyarakat. Kala itu, di Pandansari tambak tak hanya menjadi penggerak perekonomian tetapi juga “menghidupi” masyarakat, karena tambak dianggap menjadi penghadang ombak Laut Jawa.

Namun, abrasi yang terjadi dari tahun ke tahun semakin mengikis pembatas dusun. Air laut yang dulunya terasa biasa saja, seakan semakin meninggi dan memiliki debit air yang lebih besar.

Dengan sadar, sejak 2006 masyarakat Pandansari kemudian mulai membuat tanggul alami untuk menahan gempuran ombak Laut Jawa. Tambak-tambak yang telah digulung abrasi, diubah menjadi hutan bakau yang melindungi kampung mereka.

Gerakan secara swadaya ini mendapat perhatian dari berbagai kalangan, termasuk dari salah satu NGO (Non Government Organization) nasional yang secara periodik melakukan penanaman bakau di Pandansari. Bakau telah tumbuh lebat, dan menjadi benteng alami yang menjaga Pandansari dari ancaman abrasi. Atas prestasinya, Pandansari pernah menjadi salah satu hutan bakau terbaik di Jawa Tengah beberapa tahun yang lalu.

Pandansari kini sedang banyak berbenah. Infrastruktur fisik yang selama ini tertinggal karena lokasi Pandansari yang berada di ujung utara Kabupaten Brebes mulai digarap. Masyarakat yang sudah merasakan hasil menanam bakau mulai memikirkan pengembangan kampungnya. Jika tidak ada aral melintang, dalam beberapa tahun mendatang kawasan Pandansari rencananya akan dijadikan salah satu lokasi ekowisata. Nantinya pengunjung yang datang akan diajak untuk toursekaligus mendapatkan edukasi tentang hutan bakau Pandansari.

Pandansari sedang berbenah

Pengerasan jalan menuju jembatan

______________

Tulisan ini didedikasikan untuk saudara-saudara saya di Pandansari, SELAMAT HARI BUMI!

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

You may also like

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Tour De Bintan 2018