Bersama Merawat Kelistrikan Indonesia

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Listrik, layaknya kesehatan, pendidikan, dan perumahan, kini telah menjadi kebutuhan dan hak dasar masyarakat Indonesia. Beragam aktivitas dilakukan dengan ketergantungan listrik. Mau belajar? Diterangi lampu. Mau menyeterika? Butuh listrik. Segala jenis bidang usaha juga telah menempatkan listrik sebagai salah satu determinan dalam komponen operasionalnya.

 

Kebutuhan di hampir semua sektor menjadikan listrik sebagai sesuatu yang vital dalam keberlangsungan hidup masyarakat Indonesia. Bahkan listrik diharapkan bukan asal hadir, tetapi didambakan untuk tetap stabil dan powerful.

 

Listrik menjadi determinan berbagai aktivitas masyarakat

Listrik menjadi determinan berbagai aktivitas masyarakat

 

Namun di sisi lain, kinerja perusahaan penyedia listrik yang dinikmati oleh masyarakat Indonesia belum terbebas dari jeratan keuangan karena acapkali mengalami kerugian. Sebagai catatan, sepanjang tahun 2013 PLN merugi hingga Rp 29,6 triliun (sumber).

 

Meskipun sudah diklarifikasi PLN bahwa kerugian tersebut terjadi akibat pelemahan kurs rupiah, hal ini seolah membayangi kinerja PLN sebagai satu-satunya BUMN penyedia listrik di Indonesia. Sebagai korporasi, PLN bukan hanya diharapkan terlepas dari belenggu utang dan terbebas dari kucuran subsidi, tetapi juga dituntut untuk untung. Namun karena memayungi hajat hidup orang banyak, PLN juga harus memenuhi bermacam kebutuhan kelistrikan di seluruh wilayah Indonesia, dengan ongkos yang tidak murah tentunya.

 

Selain persoalan keuangan, perjalanan perusahaan negara yang masuk dalam Fortune Global 500 ini menghadapi beragam tantangan dalam menjalankan kewajibannya, salah satunya adalah tentang pemenuhan target rasio elektrifikasi. Menjelang usianya yang ke-21 tahun depan, PLN sudah ditantang oleh pemerintah yang menargetkan rasio elektrifikasi yang harus dicapai menjadi 83,18 persen.

 

Indikator Kinerja Target 2015 Outcome
–   Rasio elektrifikasi nasional

–   Kapasitas pembangkit

–   Panjang jaringan transmisi

–   Kapasitas gardu induk

–   Panjang jaringan distribusi

–   Kapasitas gardu distribusi

–   Jumlah penyambungan instalasi listrik gratis untuk nelayan dan rakyat tidak mampu

–  83,18%

–  2,6 MW (On Going )

–  519 KMS (On Going ) dan 76,8 KMS (COD)

–  2.680 MVA (On Going ) dan 480 MVA (COD)

–  7.141 KMS

–  147,04 MVA

–  93.323 RTS

Meningkatnya pemanfaatan energi listrik yang andal, aman, dan akrab lingkungan.

Ringkasan Indikator Kinerja, Target, dan Outcome Program Ketenagalistrikan 2015

(Sumber: Nota Keuangan dan RAPBN 2015, diakses melalui www.kemenkeu.go.id)

 

Rasio elektrifikasi yang harus dipenuhi PLN sangat dipengaruhi dengan kondisi geografis Indonesia. Kontur wilayah dan penyebaran kepadatan penduduk yang beragam dari pegunungan yang menjulang hingga area pesisir dan kepulauan mengharuskan PLN berpikir kreatif dalam memfasilitasi kebutuhan listrik masyarakat.

 

Di sisi lain, perilaku masyarakat kadang juga menjadi kendala. Beragam contoh kasus bisa dimunculkan, mulai dari kecurangan pelanggan dengan pemasangan listrik ilegal, nunggak pembayaran, hingga kasus pencurian kabel atau aset PLN yang tersebar di seantero negeri.  Keteledoran dalam mengatur instalasi jaringan listrik oleh masyarakat juga masih sering menjadi penyebab kebakaran. Dalam hal ini, isu keamanan (safety) kelistrikan juga masih menjadi PR yang perlu diselesaikan.

 

PLN seolah sendirian menghadapi beragam tantangan yang tak mudah tersebut. Keberpihakan pemerintah sebagai shareholder betul-betul diharapkan. Terlebih menjelang pergantian pemerintahan, isu kelistrikan sebagai salah satu infrastruktur dasar telah disorot dan diperjelas dengan beberapa skema kebijakan yang akan ditempuh.

 

Telah disebutkan dalam nota keuangan dan RAPBN 2015 bahwa pemerintah secara spesifik mencantumkan pokok-pokok kebijakan fiskal terkait subsidi listrik tahun 2015, di antaranya: (1) meningkatkan efisiensi anggaran subsidi listrik dan ketepatan target sasaran; (2) meningkatkan rasio elektrifikasi; (3) menurunkan susut jaringan; (4) menurunkan komposisi pemakaian BBM dalam pembangkit tenaga listrik; (5) meningkatkan kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP); (6) meningkatkan pemakaian gas dan energi baru dan terbarukan (EBT) untuk mengurangi BBM; (7) mengembangkan energi tenaga surya khususnya di pulau-pulau terdepan yang berbatasan dengan negara lain dan mensubstitusi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di daerah-daerah terisolasi; (8) melakukan pengawasan terhadap kegiatan investasi pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan; dan (9) melakukan transisi formulasi perhitungan subsidi listrik, dari cost plus margin menjadi performance based regulatory untuk meningkatkan akuntabilitas pemberian subsidi dan efisiensi PLN.

 

Selain telah mendapat dukungan pemerintah yang nyata, dengan segala kemampuannya saya mengapresiasi kemauan PLN yang mau lebih terbuka menampung usulan atau ide yang mungkin bermanfaat dari masyarakat umum yang berada di luar lingkaran eksekutif maupun legislatif. Untuk itu, melalui postingan ini saya ingin menawarkan beberapa hal yang mungkin bisa dilakukan oleh PLN dalam rangka memaksimalkan fungsinya.

 

Yang pertama, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mengurus keberlangsungan PLN dari hulu hingga hilir perlu segera dilakukan. Proses recruitment yang selektif dan based on merit system menjadi syarat untuk mendapatkan orang-orang terbaik sesuai set of skill yang dibutuhkan PLN.

 

Menurut saya kecanggihan teknologi hanyalah penunjang, sedangkan salah satu prioritas dan menjadi kunci utama kemajuan perusahaan ada pada kualitas manusianya. Hal ini juga sesuai dengan visi PLN yang ingin diakui sebagai perusahaan kelas dunia yang bertumbuh kembang, unggul dan terpercaya dengan bertumpu pada potensi insani. 

 

Untuk urusan mengelola perkara SDM ini, PLN juga perlu melaksanakan kedisiplinan dan ketegasan yang ketat. Selain menindak pelanggan yang melakukan kecurangan, PLN juga harus disiplin dalam memberi ketegasan kepada oknum pegawainya. Tentunya harus berdasarkan reward and punishment yang jelas dan telah disepakati bersama.

 

Hal berikutnya yang saya tuliskan mungkin sudah sering didengar, bahkan sudah digarap oleh PLN, yaitu memaksimalkan pemanfaatan energi alternatif. Kondisi Indonesia yang begitu beragam bukanlah kendala, melainkan berkah tersendiri. Beragam karunia tercurah di nusantara, tak terkecuali dalam hal energi. Limpahan sinar matahari, hembusan angin, tingginya ombak, dan aneka kandungan sumber daya yang ada di Indonesia menjadi modal besar bagi PLN dalam melayani kebutuhan listrik masyarakat. Inspirasi pemanfaatan berbagai energi alternatif bisa didapatkan melalui keterbukaan pemikiran SDM yang unggul, menggagas dialog dengan jaringan akademisi, maupun melalui kegiatan-kegiatan kreatif yang secara periodik digelar.

 

PLN Jogja sedang melakukan talkshow di sebuah radio (sumber: @PLN_Jogja)

PLN Jogja sedang melakukan talkshow di sebuah radio (sumber: @PLN_Jogja)

 

Selanjutnya, PLN diharapkan terus meningkatkan keharmonisan pola komunikasi dan koordinasi kepada seluruh stakeholder, seperti yang sudah sering dilakukan oleh jajaran direksi PLN saat rapat kerja bersama DPR atau Kementerian BUMN. Koordinasi antar institusi ini membuat kesepahaman terjaga hingga berbuah pada kelancaran kinerja PLN dari masa ke masa.

 

Selain itu, komunikasi kepada masyarakat melalui beragam media untuk melakukan sosialisasi kebijakan juga sebaiknya lebih dikedepankan. Perkembangan teknologi informasi, terutama melalui blog maupun media sosial rupanya tengah gencar digunakan PLN.  Melalui account @pln_123  dan account PLN di berbagai area yang sejauh ini cukup efektif menjadi garda depan dalam melakukan sosialisasi.

 

Seringkali keluhan yang terlontar kepada PLN didasari oleh ketidaktahuan, dengan keaktifan PLN dalam melakukan sosialisasi melalui berbagai media diharapkan timbul pengertian dari pelanggan maupun stakeholder tentang kondisi nyata yang sedang dihadapi PLN.

 

Berikutnya PLN bisa mengumpulkan ide segar yang konstruktif dari obrolan santai di media sosial, bukan sekedar melayani keluhan belaka.

 

Yang terakhir, PLN mungkin sebaiknya meningkatkan public awareness melalui bermacam kegiatan. Sudah saatnya PLN meningkatkan pelibatan dan partisipasi masyarakat dalam mengawasi, merawat, maupun bersama-sama melaksanakan kebijakan kelistrikan. Sehingga masyarakat memiliki rasa handarbeni (sense of belonging) terhadap listrik yang dinikmati, dan memberi support lebih kepada PLN. Penyadaran tentang kebutuhan listrik dalam berbagai aktivitas sehari-hari bisa dijadikan pemicu awal untuk kegiatan-kegiatan public awareness.

 

Inisiatif yang dimunculkan dalam rangkaian kegiatan public awareness yang dilakukan oleh PLN akan membuat komunikasi berlangsung dua arah. PLN juga bisa lebih bijaksana dalam menanggapi beragam keluhan yang mencuat dan mengubahnya menjadi usulan yang menarik untuk dirembug lebih lanjut.

 

Saya teringat dengan sebuah tulisan dan video tentang kondisi belajar anak-anak di Kepulauan Tarak semasa saya bertugas di Kabupaten Fakfak, Papua Barat yang sempat membuat gempar masyarakat. Gara-gara tulisan beserta video yang diupload tersebut, PLN menindaklanjuti dengan memfasilitasi listrik tenaga surya di pulau yang menjadi salah satu ujung patok Kabupaten Fakfak. Kampung yang dulunya gelap, kini telah menyala dan menyinari proses belajar anak-anak, menerangi mace-mace memasak, dan sangat membantu segala macam aktivitas yang dilakukan masyarakat pada malam hari.

 

Kondisi anak-anak SDN Tarak, Fakfak saat belajar di malam hari

Kondisi anak-anak SDN Tarak, Fakfak saat belajar di malam hari

 

Kondisi belajar anak-anak SDN Tarak, Fakfak saat sudah difasilitasi lampu SHS dari PLN

Kondisi belajar anak-anak SDN Tarak, Fakfak saat sudah difasilitasi lampu SHS dari PLN

 

Dengan keyakinan penuh, saya merasa PLN mampu muncul dengan sinar terang di jajaran panggung perusahaan global. Seperti yang sering diucapkan mantan Dirut PLN yang sekarang menjabat Menteri BUMN, “Kita sebenarnya mampu, tapi mau atau tidak?”.

 

Saya juga optimis bahwa di tahun-tahun mendatang, di tangan PLN lah listrik untuk kehidupan yang lebih baik bukan sekedar motto yang terpampang di dinding perusahaan, melainkan teraplikasikan ke dusun-dusun, di lereng-lereng gunung, maupun di bentangan kepulauan Indonesia.

 

Saya juga berharap PLN mampu memangkas bahkan menghilangkan ketimpangan pemenuhan kebutuhan listrik di negara kesatuan tercinta ini. Agar tak terdengar dan terlihat lagi jurang besar antara anak-anak di Papua yang masih belajar di bawah remang cahaya pelita, sementara pohon di depan bandara tersinari gemerlap cahaya listrik negara.

 

____________________

Video berjudul Terima Kasih Pelita:

 

 Tulisan ini sebagai kado Hari Listrik Nasional, dan diikutkan dalam lomba blog Ideku untuk PLN.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

You may also like

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Tour De Bintan 2018